Minggu, 11 November 2012

MALARIA



MALARIA

  1. PENGERTIAN
Malaria adalah penyakit yang dapat bersifat akut maupun kronik, disebabkan oleh protozoa genus plasmodiumditandai dengan demam , anemia, dan spienomegali.(kapila selekta hal 409)
Malaria adalah penyakit yang dapat bersifat cepat maupun lama prosesnya, malaria disebabkan oleh parasit malaria / Protozoa genus Plasmodium bentuk aseksual yang masuk kedalam tubuh manusia ditularkan oleh nyamuk malaria yaitu nyamuk anopheles.( WHO 1981 )
Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, burung, kera dan primata lainnya, hewan melata dan hewan pengerat, yang disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus Plasmodium dan mudah dikenali dari gejala meriang (panas dingin menggigil) serta demam berkepanjangan. (www.google.com)

  1. SEJARAH dan PENEMU
Untuk penemuannya atas penyebab malaria, seorang dokter militer Prancis Charles Louis Alphonse Laveran diberikan Penghargaan Nobel untuk Fisiologi dan Medis pada 1907.

Tanggal 25 November tahun 1880, penyebab berjangkitnya wabah malaria, berhasil ditemukan oleh Dr. Alphonse Laveran dari Perancis. Dr. Laveran melakukan banyak penelitian terhadap haematozoa, sporozoa, dan trypanosome. Pada tahun 1907, ia dianugerahi Nobel atas penelitiannya terhadap aktivitas protozoa dalam menyebabkan penyakit. Dia kemudian melakukan penelitian terhadap penyakit malaria dengan mengunjungi berbagai daerah yang terjangkit malaria di Perancis. Akhirnya, pada tahun 1880, Laveran menemukan bahwa penyakit malaria bersumber dari protozoa parasit dari jenis plasmodium yang dibawa oleh nyamuk anopheles.
Andrew Spieldman dan Michael D’Antonio, dalam novelnya yang berjudul “Mosquito – The Story of Man’s Deadliest Foe” menggambarkan bahwa “tidak ada satu pun binatang di muka bumi ini yang menyentuh secara langsung dan sebegitu dalamnya mempengaruhi kehidupan dan takdir sebagian besar amat manusia”. Kedua novelist ini menggambarkan bahwa ternyata nyamuk — seekor makluk kecil yang mungkin dengan sekali tepukan bisa dimatikan – sepanjang sejarah kehidupan, telah menjadi pengganggu dan bahkan pembunuh nomor satu umat manusia di seluruh dunia. Sejak hadirnya, nyamuk telah mengalahkan begitu banyak pemimpin perang besar di zaman dahulu, termasuk Napoleon dan pasukannya. Bahkan disebutkan bahwa dalam Perang Dunia I, prajurit Inggris yang mati karena digigit “nyamuk” malaria lebih banyak dari yang mati karena tertembak peluruh musuh. Tidak hanya sampai di situ, Sandosham (1965), salah satu malarioligist ternama juga menggambarkan bahwa nyamuk dan malaria juga telah mengalahkan banyak raja besar Romawi pada zaman Alexander the Great. Tidak hanya prajurit dan raja, nyamuk dan malaria juga ikut membunuh para Paus, pemimpin agama dan negara lainnnya serta tentunya jutaan umat manusia di seluruh muka bumi.
Harrison juga dalam bukunya “Mosquito, Malaria and Man. – A History of Hostilities Since” menggambarkan malaria sebagai “the ancient deadly disease”. Memang, sejarah perkembangan malaria hampir sama tuanya dengan sejarah kehadiran manusia di muka bumi. Para ahli memperkirakan bahwa malaria kemungkinan berawal dari Afrika sekitar 12.000 – 17.000 tahun yang lalu. Dari benua ini, malaria kemudian menyebar ke suluruh dunia, terutama di daerah tropis,sejalan dengan sejarah dimulai penjelajahan umat manusia menemukan dan menaklukkan daerah-daerah baru, perdagangan serta sejarah penjualan budak-budak Afrika pada zaman dulu ke Amerika dan daerah-daerah lainnya.
Malaria juga sudah dikenal oleh para dokter pada zaman China kuno sekitar tahun 2700 sebelum masehi. Adalah Hippocrates, sang bapak kedokteran, yang pertama kali menggambarkan gejala-gejala klinis malaria pada sekitar abab IV Masehi. Kata malaria sendiri berasal dari bahasa Itali, “mal’aria”. Pada zaman dulu, orang beranggapan bahwa malaria disebabkan oleh udara yang kotor. Sementara di Perancis dan Spanyol, malaria dikenal dengan nama “paladisme atau paludismo“, yang berarti daerah rawa atau payau karena penyakit ini banyak ditemukan di daerah pinggiran pantai. Saking terkenalnya penyakit malaria, William Shakespeare, salah satu penulis Inggris yang paling terkenal sepanjang abad 16-17, juga telah menggambarkan penyakit malaria dalam salah satu karyanya sebagai “The Caliban Curse“. Caliban adalah salah satu budak Afrika yang dikutuk dalam karya Shakespeare, The Tempest (1611).
Pertanyaan sekitar penyebab penyakit malaria akhirnya dijawab oleh Ronald Ross, seorang dokter militer Ingris yang bertugas di India pada tahun 1897. Ross berhasil membuktikan bahwa ternyata malaria tidak disebabkan oleh udara kotor tetapi akibat gigitan nyamuk anopheles. Secara teoritis, cukup hanya dengan satu kali gigitan nyamuk anophles seseorang sudah bisa terjangkit malaria, jika nyamuk ini mengadung parasite malaria. Berkat penemuannya, Ross akhirnya memenangkan hadiah Nobel.
Penyakit malaria sebenarnya merupakan sejenis penyakit yang disebabkan oleh parasite yang dikenal dengan nama plasmodium. Parasite ini mempunyai empat jenis yaitu plasmodium falciparum, penyebab malaria tropikana dan merupakan jenis malaria yang paling berbahaya dengan tingkat kematian tinggi. Jenis, plasmodium yang kedua adalah plasmodium vivax, penyebab malaria jenis tertiana. Selanjutnya, plasmodium malarie, dan plasmodium ovale, masing-masing penyebab malaria jenis quartana dan ovale. Kedua jenis malaria pertama adalah merupakan jenis malaria yang paling banyak ditemukan di Indonesia.

  1. Etiologi
Plasmodium sebagai penyebab malaria terdiri dari dari 4 spesies, yaitu:
  1. plasmodium vivex
  2. plasmodium falciparum
  3. plasmodium malariae
  4. plasmodium ovale.




  1. Pathogenesis
Malaria disebabkan oleh parasit protozoa. Plasmodium (salah satu Apicomplexa) dan penularan vektor untuk parasit malaria manusia adalah nyamuk Anopheles. Ragam dari Plasmodium falciparum dari parasit ini bertanggung jawab atas 80% kasus dan 90% kematian.
Parasit malaria yang terbanyak di Indonesia adalah Plasmodium falciparum dan plasmodium vivax atau campuran keduanya, sedangkan palsmodium ovale dan malariae pernah ditemukan di Sulawesi, Irian Jaya dan negara Timor Leste.
Proses penyebarannya adalah dimulai nyamuk malaria yang mengandung parasit malaria, menggigit manusia sampai pecahnya sizon darah atau timbulnya gejala demam. Proses penyebaran ini akan berbeda dari setiap jenis parasit malaria yaitu antara 9 sampai dengan 40 hari ( WHO 1997 )
Siklus parasit malaria adalah setelah nyamuk Anopheles yang mengandung parasit malaria menggigit manusia, maka keluar sporozoit dari kelenjar ludah nyamuk masuk kedalam darah dan jaringan hati. Parasit malaria pada siklus hidupnya, membentuk stadium sizon jaringan dalam sel hati ( ekso-eritrositer ). Setelah sel hati pecah akan keluar merozoit / kriptozoit yang masuk ke eritrosit membentuk stadium sizon dalam eritrosit ( stadium eritrositer ), mulai bentuk tropozoit muda sampai sison tua / matang sehingga eritrosit pecah dan keluar merosoit. Merosoit sebagian besar masuk kembali ke eritrosit dan sebagian kecil membentuk gametosit jantan dan betina yang siap untuk diisap oleh nyamuk malaria betina dan melanjutkan siklus hidup di tubuh nyamuk (stadium sporogoni). Pada lambung nyamuk terjadi perkawinan antara sel gamet jantan (mikro gamet) dan sel gamet betina (makro gamet) yang disebut zigot. Zigot akan berubah menjadi ookinet, kemudian masuk ke dinding lambung nyamuk berubah menjadi ookista. Setelah ookista matang kemudian pecah, maka keluar sporozoit dan masuk ke kelenjar liur nyamuk yang siap untuk ditularkan ke dalam tubuh manusia. Khusus P. Vivax dan P. Ovale pada siklus parasitnya di jaringan hati (sizon jaringan), sebagian parasit yang berada dalam sel hati tidak melanjutkan siklusnya ke sel eritrosit tetapi tertanam di jaringan hati disebut Hipnosoit (lihat bagan siklus), bentuk hipnosoit inilah yang menyebabkan malaria relapse. Pada penderita yang mengandung hipnosoit, apabila suatu saat dalam keadaan daya tahan tubuh menurun misalnya akibat terlalu lelah/sibuk/stres atau perobahan iklim (musim hujan), maka hipnosoit akan terangsang untuk melanjutkan siklus parasit dari dalam sel hati ke eritrosit. Setelah eritrosit yang berparasit pecah akan timbul gejala penyakitnya kembali. Misalnya 1 atau 2 tahun yang sebelumnya pernah menderita P. Vivax/Ovale dan sembuh setelah diobati, suatu saat dia pindah ke daerah bebas malaria dan tidak ada nyamuk malaria, dia mengalami kelelahan/stres, maka gejala malaria muncul kembali dan bila diperiksa SD-nya akan positif P. Vivax/Ovale.
Daur hidup malaria terdiri dari fase seksual eksogen ( sporogoni ) dalam badan nyamuk Anopheles dan fase aseksual ( skizogoni ) dalam badan hospes vertebra termasuk manusia.
  1. Fase aseksual
Fase aseksual terbagi atas fase jaringan dan fase eritrosit. Pada fase jaringan, sporosit masuk dalam aliran darah ke sel hati dan berkembang biak membentuk skizon hati yang mengandung ribuan merozoid proses ini disebut skizogoni praeritrosit.lama fase ini berbeda untuk tiap fase. Pada akhir fase ini, skizon pecah dan merozoit keluar dan masuk aliran darah, disebut sporulasi. Pada p.vivax dan  p.ovale, sebagian sporosit membentuk hipnozoit dalam hati sehingga dapat mengakibatkan relaps jangka panjang dan rekurens.
Fase eritrosit dimulai dan merozoit dalam darah menyerang eritrosit membentuk trofozoid. Proses berlanjut menjadi trofozoit – skizon – merozoit. Setelah 2 – 3 generasi merozoit dibentuk, sebagian merozoit berubah menjadi bentuk seksual. Masa antara permulaan infeksi sampai ditemukannya parasit dalam darah tepi adalah masa prapaten, sedangkan masa tunas / inkubasi intrisik dimulai dari masuknya sporozoit dalam badan hospes sampai timbulnya gejala klinis demam.
  1. Fase seksual
Parasit seksual masuk dalam lambung betina nyamuk. Bentuk ini mengalami pematangan menjadi mikro dan makrogametosit dan terjadilah pembuahan yang disebut zigot (ookinet).ookinet kemudian menembus dinding lambung nyamuk dan menjadi ookista. Bila ookista pecah, ribuan sporozoit dilepaskan dan mencapai kelenjar liur nyamuk.
 

Manusia                                                                                    nyamuk Anopheles betina
Dalam hati                                                                                            kelenjar liur


 




Rounded Rectangle: skizon                                                                       









 










Gambar daur hidup parasit malaria
 

Pathogenesis malaria ada 2 cara:
  1. Alami, melalui gigitan nyamuk ke tubuh manusia
  2. Induksi, jika stadium aseksual dalam eritrosit masuk ke dalam darah maunusia melalui tranfusi, suntikan, atau pada bayi baru lahir melalui plasenta ibu yan terinfeksi( kongietal).

  1. Manifestasi klinis
Pertumbuhan penduduk yang cepat, migrasi, sanitasi yang buruk, serta daerah yang terlalu padat, membantu memudahkan penyebaran penyakit tersebut. Pembukaan lahan-lahan baru serta perpindahan penduduk dari desa ke kota (urbanisasi) telah memungkinkan kontak antara nyamuk dengan manusia yang bermukim didaerah tersebut.
Pada anamnesis ditanyakan gejala penyakit dan riwayat bepergian kedaerah endemic malaria .
 gejala dan tanda yang dapat ditemukan adalah:
Gejala dari malaria termasuk demam, menggigil, arthralgia (sakit persendian), muntah-muntah, anemia, dan kejang. Dan mungkin juga rasa "tingle" di kulit terutama malaria yang disebabkan oleh P. falciparum. Komplikasi malaria termasuk koma dan kematian bila tak terawat; anak kecil lebih mungkin berakibat fatal.
ü  Demam
Demam periodic yang berkaitan dengan saat pecahnya skizon matang (sporulasi).pada malaria tertiana ( p.vivax dan p.ovale). pematangan skizon tiap 48 jam maka periodisitas demamnya setiap hari ke-3, sedangkan malaria kurtana (p.malariae) pematangannya tiap 72 jam dan periodisitas demamnya tiap 4 hari.tiap serangan ditandai dengan beberapa serangan demam periodic. Demam khas malaria terdiri dari 3 stadium yaitu :
·         Menggigil ( 15 menit – 1 jam )
·         Puncak demam( 2 – 6 jam )
·         Dan berkeringat  ( 2- 4 jam )
Demam akan berada secara bertahap karena tubuh dapat beradaptasi terhadap parasit dalam tubuh dan ada respons imun.
ü  Splenomegali
Splenomegali merupakan gejala khas malaria kronik. Limpa mengalami kongesti, menghitam dan menjadi keras karena timbunan pigmen eritrosit parasit dan jaringan ikat yang bertambah.
ü  Anemia
Derajat anemia tergantung pada spesies penyebab, yang paling berat adalah anemia karena P. faldiparum . anemia ini disebabkan oleh:
a)     Penghancuran eritrosit yang berlebihan.
b)    Eritrosit normal tidak dapat hidup lama ( reduced survival time )
c)     Gangguan pembentukan eritrosit karena depresi eritopoesis dalam sumsum tulang (diseritropoesis )
ü  Ikterus
Iktterus disebabkan karena hemolisis dan gangguan hepar.
Malaria laten adalah masa pasien di luar masa serangan demam. Periode ini terjadibila parasit tidak dapat ditemukan dalam darah tepi. Tetapi stadium eksoeritrosit masih bertahan dalam jaringan hati.
Relaps adalah timbulnya gejala infeksi setelah serangan pertama, relaps dapat bersifat :
Ø  Relapas jangka pendek ( rekrusensi ), dapat timbul 8 minggu detelah serangan pertama hilang karena parasit dalam eritrosit yang berkembang biak.
Ø  Relaps jangka panjang (rekuens), dapat muncul 24 minggu atau lebih setelah serangan pertama hilang karena parasit eksoeritrosit hati masuk ke darah dan berkembang biak.
  1. Masa inkubasi
Masa inkubasi malaria berkisar antara 9 – 30 hari.
  1. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan darah tepi, pembuatan preparat darah telah dan tipis dilakukan untuk melihat keberadaan parasit dalam darah tepi, seperti trofozoit yang berbentuk cincin.
  1. Penatalaksaan
Obat antimalaria terdiri dari jam 5 jenis, antara lain:
1)     Skizontisid jaringan primer yang membasmi parsit praeritrosit, yaitu proguanil, pirimetamin.
2)     Skizontid jaringan sekunder yang membasmi parasit eksoeeritrosit, yaitu primakuin.
3)     Skizontisid darah yang membasmi parasit fase eritrosit, yaitu kina,m klorokuin, dan amodiakuin.
4)     Gamotosid yang menghancurkan bentuk seksual. Primakuin adalah gametosid yang ampuh bagi keempat spesies. Gametosid untuk P. vivax, P. malariae, P. ovale adalah kina, klorokuin dan amodiakuin.
5)     Sporontosid mencegah gametosit dalam darah untuk membuntuk ookista dan sporozoit dalam nyamuk Anopheles, yaitu primakuil dan proguanil.
Penggunaan obat antimalaria tidak terbatas pada pengobatan kuratif saja tetapi juga termasuk :
a)     Pengobatan pencegahan ( profikaksis) bertujuan mencagah terjadinya infeksi atau timbulnya gejala klinis. Pentembuhan dapat diperoleh dengan pemberian terapi jenis ini pada pada infeksi malaria oleh p. falciparum karena parasit ini tidak mempunyai fase eksoeritrosit.
b)    Pengobatan kuratif dapat dilakukan dengan obat malaria jenis skizontisid.
c)     Pencegahan transmisi bermanfaat untuk mencegah infeksi pada nyamuk atau mempengaruhi sporogonik nyamuk. Obat antimalaria yang dapat digunakan seperti jenis gametosid dan sporontosid.
Pengobatan malaria tergantung kepada jenis parasit dan resistensi parasit terhadap klorokuin. Pada zaman dulu, klorokuin merupakan obat anti malaria yang paling ampuh yang dipakai untuk mengobati malaria. Dewasa ini, klorokuin juga mulai kehilangan keampuhannya akibat resistensi parasit malaria terhadap klorokuin. Kondisi ini terjadi karena pola pengobatan dan dosis klorokuin yang sering tidak sesuaistandar. Sekarang untuk pengobatan malaria mulai memakai obat baru yang dikenal dengan sebutan artemisinin combination treatment atau ACT. Untuk itu, agar tidak terjadi resisten pengobatan lagi, sangat diharapkan para petugas kesehatan memberikan dosis pengobatan yang tepat dan juga pasien atau masyarakat harus taat minum obat sesuai dosis yang disarankan. Jangan karena merasa sudah sembuh, lantas pengobatan dihentikan. Ini akan sangat berbahaya karena dapat menimbulkan resistensi obat malaria di masa depan.
Untuk suatu serangan malaria falciparum akut dengan parasit yang resisten terhadap klorokuin, bisa diberikan kuinin atau kuinidin secara intravena. Pada malaria lainnya jarang terjadi resistensi terhadap klorokuin, karena itu biasanya diberikan klorokuin dan primakuin.
Prinsip penanganan malaria secara umum adalah bila tanpa komplikasi diberikan peroral artesunat kombinasi dengan amodiakuin (artesdiakuin) atau coartem atau duo-cotexcin, sedangkan malaria dengan komplikasi diberikan artesunat 2,4 mg/kgbb pada jam ke 0 - 12 - 24 - 72 dan seterusnya sampai pasien bisa diterapi secara oral atau digunakan artemeter 3,2 mg/kgbb dilanjutkan dengan 1,6 mg/kgbb.
  1. Pengobatan pada orang dewasa
  1. Kina merupakan obat terpilih untuk malaria berat (life saving, bekerja cepat) .
Cara pemberian parental terutama bila telah timbul gejala koma, kejang, muntah dan diare.
a)     Infuse : 500 – 1000 mg kina dihidroklorid / hidroklorid dalam 500 ml larutan garam fisiologis dan glukosa atau plasma atau dekstran. Lama pemberian 1 -2 jam. Dalam 24 jam pemberian dapat diulang sampai dicapai dosis maksimal kina 2000mg.
b)    Intravena : kina 200 – 500 mg dalam 20 ml larutangaram fisiologis dan glukosa. Lama pemberian tidak boleh  lebih cepat dari 10 menit. Pemberian yang terlalu cepat dapat menimbulkan penurunan tekanan darah yang mendadak dan aritmia jantung.
c)     Intramuskuler (IM)
ü  Larutan obat harus steril daan pH netral.
ü  Alat suntik harus benar-benar steril
ü  Disuntik di daerah gluteal, 6 – 7,5 cm dibawah pertengahan Krista iliaka.
ü  Jumlah trombosit lebih dari 20000/mm3untuk menghindarkan terjadinya hematoma.
ü  Dosis perkali maksimal 1000mg dengan dosis total 2000mg /24 jam
ü  Bila pasien dalam keadaan syok, pemberian kina im mungkin tidak dapat menolong, karena adany gangguan absorpsi obat.
Catatan:
pada pasien yang berat, metabolisme kina menjadi lambat karena adanya gangguan fungsi hati. Untuk menghindarkan keracunan. Kina mula-mula diberikan 10mg/kg BB dengan interval optimum 12 jam, kemudian dinaikan menjadi 20 -30 mg/kg BB bila perlu.
  1. Klorokuin : member hasil sebaik kina pada P. falciparum yang sensitive.
Cara pemberian:
a)     Intervena : dosis perkali (dewasa) 200 – 300 mg basa dalam larutan 4-5%
b)    Infuse : cara seperti kina, dan diberikan dalam tetesan lambat .
c)     Intramuskuler : lebih disukai, karena tidak menyebabkan nekrosis, toleransi lebih baik, dan onsetnya sama seperti pemberian intravena. Dosis setiap kali (dewasa) 300 – 400 mg basa ( 10 ml dalam larutan 5% ). Pemberian dapat diulang sampai maksimal 900 mg basa / 24 jam.
Catatan:
Pemberian secara parental harus segera diganti peroral bila keadaan umum pasien telah lebih baik dan sudah dapat menelan obat.

Kasus malaria terberat adalah malaria falsiparum fatal yang memperlihatkan keterlibatan susunan saraf pusat.
Organ yang terkena adalah:
1)     Otak : timbul delirium, strupor, koma, kejang, dan tanda neurologis fokal.
2)     Saluran gastrointentinal : muntah, diare hebat, perdarahan dan malabsorpsi
3)     Ginjal : nekrosis tubular akut, hemoglubinuria, dan gagal ginjal akut.
4)     Hati : timbul ikterus karena adanya gangguan hepar, billous remittent fever ditandai dengan muntah hijau empedu Karen komlikasi hepar.
5)     Paru : udema paru
6)     Lain – lain : anemia, malaria hiperpireksia, hipoglikemia, demam kencing hitam (black water fever)
  1. Pengobatan pada anak-anak
Pada dasarnya sama dengan pengobatan pada dewasa. Umumnya anak –anak lebih tahan terhadap kina , tetapi pemberian im perlu dilakukan secara hati – hati.
Pada pasien dalam keadaan kom a dan muntah hebat pengobatan enternal harus segera diberikan, meskipun pemberian obat peroral jauh lebih aman bagi anak-anak. Obat yang dapat diberikan adalah:
  1. Kina
Cara pemberian :
a.     Infuse : 5 – 10 mg/kg BB dalam 20 -30 ml garam fisiologis. Diberikan selam 2-4 jam. Bila perlu diulang setelah 6-12 jam sampai maksimal 20mg/kg BB /24 jam
b.    Intramuskuler : syarat pemberian sama dengan pada dewasa. Dosis tunggal maksimal : 15 mg / kg BB
  1. Klorokuin
Cara pemberian:
  1. Intravena: dosis pertama 5 mg / kg BB dalam larutan isotonus 20 ml, disuntikan selama 10 – 15 menit. Bila perlu dapat diulang setelah 6 – 8 jam. Suntikan sebaiknya diberikian separuh dosis dahalu dan sisanya diberikan selang 1- 2 jam kemudian.
  2. Infuse : 7mg basa / kg BB diberikan secara tetes secara terus menerus menerus dalam 24 jam.
  3. Inramuskuler : dosis pertama maksimal 5 mg basa / kg BB dengan dosis total tidak lebih dari 10 mg/ kg BB / 24 jam. Sebaiknya dosis suntikan dibagi dua masing-masing diberikan dengan perbedaan waktu 1 – 2jam. Tidak diberikan pada bayi dan anak kecil, karena dapat menimbulkan kejang-kejang epileptic yang fatal atau gangguan susunan saraf pusat yang menetap.
  4. Untuk menghindari muntah, klorokuin dapat dicampur dengan gula atau madu. Pasien perlu diamati selama 30 menit dan bila muntah pengobatan diulang kembali.
  1. Sulfadoksin/pirimetamin
Table dosis pemberian fansidar
Golongan umur (tahun)
Dosis intramuskuler / infuse tetes lambat (dalam ml)
0 - 4
0,5 – 1,5
5 - 8
1,5 - 2
9 - 14
2 - 3

  1. Pengobatan malaria untuk ibu hamil
Diberikan selama kehamilan dan waktu nifas. Cara dan dosis pengobatan tergantung dari tingkat endemisitas dan status resistensi parasit setempat.
Obat –obat yang dipakai (kecuali fansidar) tidak mempunyai efek abortif maupun tetragonik. Selain itu  perlu diberikan asam folat 5 mg atau vitamin B12 50g/ hari
Pemberian preparat besi perlu dipikirkan. Transfuse darah pada anemia berat akan menghindarkan wanita hamil dan kematian.
  1. PREFENTIF
Cara terakhir untuk mengontrol malaria secara “mudah dan murah” adalah upaya proteksi diri dan keluarga terhadap gigitan nyamuk malaria. Marilah kita secara bersama-sama memperhatikan lingkungan sekitar kita.
Dapat dilakukan dengan pembersihan sarang nyamuk ( PNS ), Bebaskan rumah dan tempat tinggal kita dari genangan air atau tutuplah tempat-tempat penampungan air yang bisa menjadi sarang nyamuk. Biasakanlah tidur dengan menggunakan kelambu atau baju lengan panjang. Jangan biarkan terjadi kontak antara nyamuk dengan diri Anda. Selanjutnya, jika Anda sakit, cepatlah mencari pengobatan sehingga Anda tidak menjadi sumber penuluran bagi keluarga dan tetangga Anda. Yang paling penting, minumlah obat sesuai dosis yang diberikan sampai habis. Jangan biarkan malaria merongrong kehidupan kita terus. Mari berantas nyamuk untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi kita.


























REFERENSI


Mansjoer,Arif. Dkk. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aesculaplus
__________. _____________. Malaria.http://www.infeksi.com/articles.php?lng=in&pg=46. Diakses tanggal 1 april 2010
____________._____________. Maalaria. http://id.wikipedia.org/wiki/Malaria. Diakses tanggal 1 april 2010
Emil Ml .____________.Malaria. http://kesehatanlingkungan.wordpress.com/penyakit-menular/malaria-pembunuh-terbesar-sepanjang-abad/. Diakses tanggal 1 april 2010
_____________.2009.  SejarahMalaria.Mhttp://www.kapanlagi.com/h/0000168688_print.html. Diakses tanggal 1 april 2010
Widodo. ________. Penyakit Malaria. http://www.magelangkab.go.id/index. php?option=com_content &view=article&id=327%3Atak-ditemukan-lagi-kasus-malaria&catid= 206%3Aberita-kesehatan&Itemid=221. Diakses tanggal 1 april 2010
_________. ___________. Penyakit malaria. http://www.infopenyakit.com/2008/04/penyakit-malaria.html  . Diakses tanggal 1 april 2010





Tidak ada komentar:

Posting Komentar