Senin, 24 Desember 2012

Sistem Endokin(kelenjar hipofisis anterior)


Tugas
Anatomi dan Fisiologis
Sistem Endokin(kelenjar hipofisis anterior)




Disusun oleh:

1)      Abdul Basith Al Zufri
2)      Ade Ayu Puteri
3)      Ahmad Kahfi
4)      Ajeng Nur Soleha
5)      Akbar Rahmat Saleh
6)      Andri Ansori






DIPLOMA III KEPERAWATAN TINGKAT 1A
SEMESTER 1
STIKES KHARISMA KARAWANG
Jln. Pangkal Perjuangan KM. 1 BY Pass KARAWANG
2012/2013

Daftar Isi








KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis sampaikan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatNya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Anatomi dan Fisiologis tentang Sistem Endokin (kelenjar hipofisis anterior) tepat pada waktunya.
Kami menyadari sepenuhnya masih banyak terdapat kelemahan dan kekurangan dalam penyusunan makalah ini, baik dari isi maupun penulisannya. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun senantiasa kami harapkan demi penyempurnaan makalah ini di masa yang akan datang.
Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bantuan semua pihak sehingga makalah ini dapat terselesaikan.

Penyusun


BAB I


Kelenjar Hipofisis merupakan kelenjar berdiameter kira-kira 1 cm dan beatnya 0,5-1 gram. Hipofisis disebut juga master of glands karena hipofisis dapat menyekresikan hormon yang dapat mengatur kerja tubuh. Namun, kelenjar hipofisis juga dipengaruhi oleh hipotalamus. Mekanisme yang terjadi adalah mekanisme umpan balik yang sangat mempengaruhi kelenjar yang satu dengan kelenjar yang lain.
Kelenjar hipofisis terletak pada rongga tulang pada basis otak. Hipofisis terhubung dengan hipotalamus dan dihubungkan dengan tangkai hipofisis.
Hipofisis terbagi menjadi dua bagian, yaitu hipofsis anterior dan hipofisis posterior. Namun, memang terdapat bagian pars media (Lobus intermedius) yang berada di antara hipofisis anterior dan posterior yang pada manusia hampir tidak ada. Lobus anterior, intermedius, dan posterior kelenjar hipofisis sebenarnya adalah tiga organ endokrin yang kurang lebih terpisah satu sama lain dan, paling tidak pada beberapa spesies, mengandung 14 atau zat hormonal aktif. Dipandang dari sudut embriologi, kedua bagian hipofisis (anterior dan posterior) berasal dari sudut yang berbeda, hipofisis anterior berasal dari kantong Rathke, dan hipofisis posterior berasal dari penonjolan hipotalamus. Kedua bagian tersebut mensekresikan hormon yang bebeda.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah adalah sebagai berikut:
1)      Apa itu Kelenjar Hipofisis anterior ?
2)      Bagaimana mekanisme kerjar Hipofisis anterior ?
3)      Sebutkan dan jelaskan Hormon-hormon Hipofisis anterior?
4)      Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis penghambat Hipofisis anterior?
5)      Apa Kelenjar hipofisis serta hubungannya dengan hipotalamus ?

1.3  Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1)      Mengetahui Apa itu Kelenjar Hipofisis anterior
2)      Mengetahui Bagaimana mekanisme kerjar Hipofisis anterior
3)      Mengetahui sebutan dan jelaskan Hormon-hormon Hipofisis anterior
4)      Mengetahui sebutandan jelaskan jenis-jenis penghambat Hipofisis anterior
5)       Mengetahui Kelenjar hipofisis serta hubungannya dengan hipotalamus



BAB II

Pembahasan

A.     HIPOFISIS ANTERIOR (Adenohipofisis)

                                                                
M
erupakan kelenjar yang sangat vaskuler dengan sinus - sinus kapiler yang luas diantara sel – sel kelenjar, 0,6 gr dan diameternya sekitar 1 cm sekresi hipofisis anterior diatur oleh hormon yang dinamakan ”releasing dan inhibitory hormones (atau factor) hipotalamus” yang disekresi dalam hipotalamus sendiri dan kemudian dihantarkan kehipofisis anterior melalui pembuluh darah kecil yang dinamakan pembuluh partal hipotalamik hipofisial. Kelenjar hipofisis anterior terdiri atas beberapa jenis sel. Pada umumnya terdapat satu jenis sel untuk setiap jenis hormon yang dibentuk pada kelenjar ini, dengan teknik pewarnaan khusus berbagai jenis sel ini dapat dibedakan satu
sama lain. Satu-satunya kemungkinan pengecualiannya adalah sel dari jenis yang sama mungkin menyekresi hormon iuteinisasi dan hormon perangsang folikel. Berdasarkan ciri – ciri pewarnaannya, sel-sel hipofise anterior dibedakan ke dalam 3 kelompok klasik: Kromofobik (tanpa granul), Eosinofilik, dan Basofilik. Sel-sel eosinfilik dianggap bertanggung jawab untuk sekresi ACTH, TSH, LH serta FSH.



1.a. Lobus Anterior

Hipofisis anterior berasal dari penonjolan dari atap mulut. Dengan demikian hipofisis anterior juga dikenal sebagai adenohipofiusis (adeno berarti ‘kelenjar’). Hipofisis anterior dihubungan ke hipotalamus dengan pembuluih darah .

b.Jenis Sel di Hipofisis Anterior

Jenis sel pada hipofisis anterior dibagi menjadi dua yaitu kromofob dan kromofil. Sel kromofilik dibagi lagi menjadi asidofil yang terwarnai oleh pewarna asam dan basofil yang terwarnai oleh warna basa. Sejumlah sel kromofobik merupakan sel skretorik yang inaktif dan memiliki sedikit granula sekretorik. Sedangkan sel sekretorik kromofilik tebagi menjadi lima jenis yaitu:
1. sel somatotrop yang menghasilkan hormon pertumbuhan,
2. laktotrop (yang juga disebut mamotrop), yang mensekresikan prolaktin,
3. kortikotrop, yang mengeluarkan ACTH,
4. tirotrop, yang mensekresikan TSH, dan,
5. gonadotrop, yang mensekresikan LH dan FSH.
Kira-kira 30-40 persen sel-sel kelenjar hipofisis anterior merupakan sel jenis somatotropik yang mensekresi ACTH. Sel jenis lain masing-masing hanya 3 sampai 5 persen dari seluruh kelenjar ini; namun, sel-sel ini menskresikan hormon yang sangat kuat untuk mengatur fungsi tiroid, fungsi seksual, dan sekresi susu di payudara. Hipofisis anterior juga mengandung sel folikulostelata, yakni sel kromofob yang mengeluarkan tonjolan antara sel-sel sekretorik. Sel ini mengandung dan mensekresikan sitokin IL-6, namun peran fisiologinya masih belum diketahui.

B.Struktur Dua-Unit dari FSH, LH, & TSH

Tiga hormon glikoprotein hipofisis yakni FSH, LH dan TSH, masing-masing tersusun atas dua subunit. Subunit tersebut , yang diberi nama α dan β, memiliki sejumlah ativitas tetapi harus bekerja secara kombinasi agar efek fisiologisnya menjadi maksimal. Subunit α ini merupakan hormon sebuah gen dn memliki komposisi asam amino yang sama, walaupunresidu karbohidratnya berbeda. Subunit β, yang dibentuk oleh gen yang berbeda dan berlaian dalam strukturnya, menentukan spesifitas hormon.
Enam hormon yang disekreskan oleh hipofisis anterior adalah:
· Thyroid stimulating hormon (TSH, tirotropin),
Mengatur kecepatan sekresi tiroksin dan triiodotironin oleh kelenjar tiroid, dan selanjutnya mengatur kecepatan sebagian besar reaksi kimia diseluruh tubuh.
· Adrenocorticotropic hormon (ACTH),
Mengatur sekresi beberapa hormon adrenokortikal, yang selanjutnya akan mempengaruhi metabolism glukosa, protein dan lemak.
· Luteinizing hormon (LH),
Mengatur pertumbuhan gonad sesuai dengan aktivitas reproduksinya. Pada wanita, LH bertanggung jawab dalam ovulasi, luteinisasi (yaitu pembentukan korpus luteum pascaovulasi yang menghasilkan hormon di ovarium), dan penghaturan sekresi hormon seks wanita, estrogen, dan progesterone, oleh ovarium. Pada pria, hormon ini merangsang hormon interstisium leydig di testis untuk mengelluarkan hormon seks pria, testosterone, sehingga hormon ini diberi nama interstitial cell-stimulating hormon.
· Follicle-stimulating hormon (FSH), mengatur pertumbuhan gonad sesuai dengan aktivitas reproduksinya. Memiliki fungsi berbeda pada pria dan wanita. Pada wanita hormon ini berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan dan perkembangan folikel ovarium, tempat berkembangnya ovum atau telur. Selain itu, hormon FSH mendorong sekresi hormon estrogen oleh ovarium. Pada pria, FSH diperlukan dalam reprodiuksi sperma.
· Prolaktin, meningkatkan perkembangan payudara dan pembentukkan susu pada wanita, fungsi pada pria belum diketahui dan
· Hormon pertumbuhan, Meningkatkan pertumbuhan seluruh tubuh dengan cara mempengaruhi pembentukan protein, pembelahan sel, dan deferensiasi sel.

C.Sistem Portal Hipofisis

Pembuluh darah yang menghubungkan hipotalamus dengan sel- sel kelenjar hipofisis anterior. Pembuluh darah ini berakhir sebagai kapiler pada kedua ujungnya, dan makanya disebut sistem portal. Dalam hal ini sistem yang menghubungkan hipotalamus dengan kelenjar hipofisis disebut juga sistem portal hipotalamus – hipofisis. Sistem portal merupakan saluran vascular yang penting karena memungkinkan pergerakan hormon pelepasan dari hipotalamus ke kelenjar hipofisis , sehingga memungkinkan hipotalamus mengatur fungsi hipofisis. Rangsangan yang berasal dari tak mengaktifkan neuron dalam nucleus hipotalamus yang menyintesis dan menyekresi protein degan berat molekul yang rendah. Protein atau neuro hormon ini dikenal sebagai hormon pelepas dan penghambat. Hormon –hormon ini dilepaska kedalam pembuluh darah sistem portal dan akhirnya mencapai sel – sel dalam kelenjar hipofisis. Dalam rangkaian kejadian tersebut hormon- hormon yang dilepaskan oleh kelenjar hipofisis diangkat bersama darah dan merangsang kelenjar-kelenjar lain ,menyebabkan pelepasan hormon – hormon kelenjar sasaran. Akhirnya hormon – hormon kelenjar sasaran bekerja pada hipothalamus dan sel – sel hipofisis yang memodifikasi sekresi hormon.
.



D.Contoh kasus yang terjadi:

 

Kelenjar pituitary merangsang pengeluaran hormon pertumbuhan (Growth hormone/ GH). Pengeluaran hormone GH di rangsang oleh hormone hormon pelepas pertumbuhan (growth hormone releasing factor/ GHRF) yang dirpduksi oleh hipotalamus. Selain itu terdapat juga hormone yang fungsinya berlawanan dengan GHRF, yaitu hormone pelepas yang sifatnya menghambat (Growth hormone releasing-inhibits factor. GHRiF) yang juga dihasilkan oleh
Hipofis.


Cebol (Dwarfisme)
Dwarfisme dapat disebabkan oleh defisiensi GRH, defisiensi IGF-I, atau penyebab lainnya. Beberapa kasus dwarfisme disebabkan oleh defisiensi seluruh sekresi kelenjar hipofisis anterior atau disebut panhipopituitarisme selama masa anak-anak. Pada umumnya, pertumbuhan bagian-bagian tubuh sesuai satu sama lain, tetapi kecepatan pertumbuhannya sangat berkurang. Defisiensi hormon pertumbuhan biasanya disebabkan oleh defisiensi GRH. Pada keadaan ini, respons hormon pertumbuhan terhadap GRH tetap normal, tetapi sebagian penderita mengalami kelainan pada sel-sel pensekresi hormon pertumbuhan.
Pada satu tipe dwarfisme, yaitu pada Lorain dwarf, kecepatan sekresi hormon pertumbuhannya normal atau malahan tinggi, namun penderita mengalami ketidak mampuan herediter untuk membentuk somastostatin sebagai respons terhadap hormon pertumbuhan.
Perawakan pendek merupakan cirri kretinisme dan juga pubertas prekoks. Perawakan pendek juga merupakan bagian dari sindrom disgenesis gonad yang tampak pada penderita berkromosom XO (bukan XX atau XY). Anak-anak menderita child abuse juga dapat menderita kecebolan yang disebut cebol psikososial. Bentuk cebol yang paling sering terjadi pada manusia adalha akondropalsia. Tanda-tandanya adalah ekstremitas pendek dengan batang tubuh tetap normal. Kelainan ini adalah penyakit genetic autosom akibat mutasi gen.

Tabel .Macam-macam fungsi hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis lobus anterior dan gangguannya. 
Hormon yang dihasilkan
Fungsi dan gangguannya
Hormon Somatotropin (STH), Hormon pertumbuhan (Growth Hormone / GH)

merangsang sintesis protein dan metabolisme lemak, serta merangsang pertumbuhan tulang (terutama tulang pipa) dan otot. kekurangan hormon ini pada anak-anak-anak menyebabkan pertumbuhannya terhambat /kerdil (kretinisme), jika kelebihan akan menyebabkan pertumbuhan raksasa (gigantisme). Jika kelebihan terjadi pada saat dewasa, akan menyebabkan pertumbuhan tidak seimbang pada tulang jari tangan, kaki, rahang, ataupun tulang hidung yang disebut akromegali.
Hormon tirotropin atau Thyroid Stimulating Hormone (TSH)

Mengontrol pertumbuhan dan perkembangan kelenjar gondok atau tiroid serta merangsang sekresi tiroksin
Adrenocorticotropic hormone (ACTH)   
                    
Mengontrol pertumbuhan dan perkembangan aktivitas kulit ginjal dan merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan glukokortikoid (hormon yang dihasilkan untuk metabolisme karbohidrat)
Prolaktin (PRL) atau Lactogenic hormone (LTH) 

Membantu kelahiran dan memelihara sekresi susu oleh kelenjar susu
Hormon gonadotropin pada wanita :

1.     Follicle Stimulating Hormone (FSH)


2.     Luteinizing Hormone (LH)   


Merangsang pematangan folikel dalam ovarium dan menghasilkan estrogen

Mempengaruhi pematangan folikel dalam ovarium dan menghasilkan progestron
Hormone gonadotropin pada pria :

1.     FSH


2.     Interstitial Cell Stimulating Hormone (ICSH)


Merangsang terjadinya spermatogenesis (proses pematangan sperma)

Merangsang sel-sel interstitial testis untuk memproduksi testosteron dan androgen
E.FUNGSI HORMON PELEPAS DAN HORMON PENGHAMBAT DALAM HIPOFISIS ANTERIOR.

Hormon pelepas dan hormon penghambat berfungsi mengatur sekresi hormon hipofisis anterior.untuk sebagian besar hormon hipofisis anterior, yang penting adalah hormon pelepas, tetapi untuk prolaktin,mungkin sebagian besar hormon penghambat yang mempunyai pengaruh paling banyak terhadap pengaturan hormon.Hormon-hormon pelepas dan panghambat hipotalamus yang terpenting adalah:

1. Hormon-pelepas tiroid (THR),yang menyebabkan pelepas hormon perangsang tiroid.
2. Hormon-pelepas kortikotropin (CHR),yang menyebabkan pelepasan adrenokortikotropin.
3. Hormon pelepas hormon pertumbuhan,(GHRH),yang menyebabkan pelepas hormon pertumbuhan,dan hormon penghabat hormon pertumbuhan (GHIH),yang mirip dengan hormon somatotastin dan menghambat pelepas hormon pertumbuhan.
4. Hormon- pelepas gonadotropin (GnRH),yang menyebabkan pelepas dari dua hormon gonadotropin, hormon lutein dan hormon-perangsang folikel.
5. Hormon penghambat prolaktin (PHI),yang menghambat sekresi prolaktin.

Sebagai tambahan terhadap hormon-hormon hipotalamus yang lebih penting ini, sebenarnya masih ada hormon-hormon lain yang merangsang sekresi prolaktin, dan beberapa hormon penghambat hipotalamus yang menghambat beberapa hormon hipofisis anterior lainnya.Setiap hormon yang lebih penting diatas akan dibicarakan lebih rinci pada saat pembicaraan tentang pengaturan hormon-hormon ini terhadap sistem hormonal yang spesifik dan akan disajikan dalam rangkaian pembicaraan dalam bab ini dan bab selanjutnya.

F. DAERAH-DAERAH SPESIFIK DALAM HIPOTALAMUS YANG MENGATUR SEKRESI FAKTOR PELEPAS DAN FAKTOR PENGHAMBAT HIPOTALAMUS YANG SPESIFIK..

Sebelum diangkut ke kelenjar hipofisis anterior,semua atau hampir semua hormon hipotalamus disekresi oleh ujung saraf yang terletak di dalam eminensia mediana.Perangsang lisrtrik pada daerah ini merangsang ujung-ujung saraf dan, oleh karena itu, pada dasarnya menyebabkan pelepasan semua hormon hipotalamus.Akan tetapi, badan sel neuron yang menyebar ke eminensia mediana ini terletak didaerah khusus dalam hipotalamus atau pada daerah yang berdekatan dengan bagian basal otak.Tempat yang spesifik dari badan sel neuron yang membentuk berbagai hormon pelepas dan hormon penghambat hipotalamus ini masih belum diketahui seluruhnya, sehingga dapat menyesatkan penjelasan yang akan diberikan disini.

Pengaruh Hormon pertumbuhan pada Pertumbuhan
Hormon pertumbuhan yang juga disebut sebagai hormon somatotropik atau somatotropit.Hormon ini menyebabkan pertumbuhan seluruh jaringan tubuh yang memang mampu untuk pertumbuhan.Hormon ini menambah ukuran sel dan meningkatkan proses mitosis yang diikuti dengan bertambahnya jumlah sel dan diferensiasi khusus dari beberapa tipe sel seperti sel-sel pertumbuhan tulang dan sel-sel otot awal.


Efek Metabolik Hormon Pertumbuhan
Selain dari efek umum hormon pertumbuhan dalam menyebabkan pertumbuhan, hormon pertumbuhan juga mempunyai banyak efek metabolik khusus lain, yang meliputi: (1) peningkatan kecepatan sintesis protein diseluruh sel-sel tubuh;(2) meningkatkan mobilisasi asam lemak dari bebas dalam darah, dan meningkatkan penggunaan asam lemak untuk energi; dan (3) menurunkan kecepatan pemakain glukosa diseluruh tubuh.
Jadi, sebenarnya, efek hormon pertumbuhan adalah meningkatkan protein tubuh, menggunakan lemak dari tempat penyimpangan, dan menghemat karbohidrat.

G.Mekanisme Macam-macam hipofisis anetior

                                                  
Mekanisme Kerja ACTH (kortikotropin)
Tahapan dari mekanisme kerja ACTH (kortikotropin) adalah :
1. ACTH adalah produk dari proses pasca translasi prekursor polipeptida Pro-Opiomelanokortin, Organ target ACTH adalah korteks adrenal tempat kortikotropin terikat.
2. Setelah di korteks adrenal, ACTH akan memacu perubahan Kolesterol menjadi pregnolon.
3. Kemudian dari pregnolon dihasilkanlah adrenokortikosteroid dan androgen adrenal.
4. Dimana fungsi kortisol adalah kerja antiinflamasi, mningkatkan glukoneogenesis, meningkatkan penghancuran protein, Mobilitas lemak, Mobilitas protein, Stabilisasi lisosom

Komunikasi hipotalamus dan Hipofisis
Kedua potong daging ini dapat berkomunikasi satu sama lain. Keduanya bukan manusia sadar yang dapat bercakap-cakap satu sama lain, melainkan dua kelompok sel, sistem komunikasi ini, adalah hasil teknologi maju yang bahkan tak dimiliki manusia, merupakan keajaiban yang patut direnungkan.

Mekanisme kerja hormon hipotalamus dan hormon hipofisis anterior
Hormon – hormon yang dikeluarkan hipotalamus dan hipofisis adalah golongan peptida atau protein dengan berat molekul rendah yang bekerja setelah terikat dengan reseptor di jaringan target.
Hormon hipofisis anterior pengeluarannya diatur oleh neuropeptida (hormon pelepas atau penghambat) yang dihasilkan dari kelenjar hipotalamus.
Interaksi hormon pelepas (hormon releasing) dengan reseptornya menyebabkan terjadinya sintesis dan pelepasan hormon hipofisis (hormon stimulating) masuk ke sirkulasi.
Setiap hormon pengatur hipotalamus mengatur pelepasan hormon spesifik dari hipofisis anterior. Hormon pelepas hipotalamus terutama digunakan untuk maksud – maksud diagnosa (yaitu menentukan insufisiensi hipofisis).



Mekanisme kerja hormon diatas disebut mekanisme umpan balik, dimana :
1. Sintesa dan sekresi hormon hipofisis dikontrol oleh hipotalamus, kemudian hormon hipofisis mengatur sintesa dan sekresi hormon pada organ target, sebaliknya hormon yang disekresi organ target mengatur juga sekresi hipotalamus dan/atau hipofisis.
2. Hubungan antara hipofisis dengan jaringan perifer (organ target) adalah feed back mechanisme atau mekanisme umpan balik. juga antara hipofisis dengan hipotalamus.


Penghambat Umpan Balik negatif
Sekresi hormone oleh kelenjar dikontrol oleh hipotalamus. Pengaturan pengeluaran hormon melalui mekanisme negative umpan balik. Ketika jumlah hormone meningkat, maka hormone tersebut akan menghambat hipotalamus dan pituitary lobus anterior akibatnya produksi hormone menjadi menurun.


Analog Hormon adalah zat sintetis yang berikatan dengan reseptor hormon tertentu, sangat mirip dengan hormon alam, arti klinisnya lebih penting dari hormon alam.
Hormon sintetik atau semisintetik bersifat tahan thd enzim pencernaan, Masa kerja lbh panjang, ES ringan, Karena rumus kimia hormon sintetik dan semisintetik tidak dikenali enzim pemecah, tapi masih bisa berikatan dengan reseptor spesifik hormon alami.
contoh : estradiol alam (durasi kerja pendek) dibandingkan etinilestradiol analog (durasi kerja panjang)

Antagonis Hormon adalah obat atau zat kimia yang menghambat sintesis, sekresi maupun kerja hormon pada reseptornya, sehingga terjadi penurunan atau peningkatan aktivitas hormon bersangkutan
Contoh nya Antitiroid menghambat sintesa hormon tiroid dan Klomifen yang meniadakan umpan balik estrogen sehingga sekresi gonadotropin dari hipofisis tetap tinggi.


H. KELENJAR HIPOFISIS SERTA HUBUNGANNYA DENGAN HIPOTALAMUS

Kelenjar hipofisis, merupakan kelenjar kecil-diameternya kira-kira 1 sentimeter dan beratnya 0,5 sampai 1 gram-yang terletak disela tursika, rongga tulang pada basis otak, dan dihubungkan dengan ipotalamus oleh tangkai hipofisis (atau hipofisial). Dipandang dari fisiologi, kelenjar hipofisis terbagi menjadi dua bagian yang berbeda: hipofisis anterior, yang juga dikenal sebagai adenohipofisis, dan hipofisis posterior, yang juga dikenal sebagai neurohi pofisis. Diantara kedua bagian ini terdapat daerah kecil, yang relative avaskular yang disebut sebagai pars intermedia, yang pada manusia hamper tidak ada sedangkan pada beberapa jenis binatang rendah ukurannya jauh lebih besar dan lebih berfungsi.
Enam hormone yang penting ditambah beberapa hormone yang kurang penting disekresikan oleh kelenjar hipofisis anterior, dan dua hormone penting disekresikan oleh hipofisis posterior. Hormon yang dikeluarkan oleh hipofisis anterior berperan utama dalam pengaturan fungsi metabolisme diseluruh tubuh. (1) Hormon pertumbuhan meningkatkan pertumbuhan seluruh tubuh dengan cara mempengaruhi pembentukan protein, pembelahan sel, dan diferensial sel. (2) arenokortikotropin (kortikotropin) mengatur sekresi beberapa hormon adrenokortikal, yang selanjutnya akan mempengaruhi metabolisme glukosa, protein, dan lemak. (3) Hormon-perangsang tiroid (tiropropin) mengatur kecepatan sekresi tiroksin dan triiodotironin oleh kelenjar tiroid, dan hormon ini selanjutnya akan mengatur kecepatan sebagian besar reaksi kimia diseluruh tubuh. (4) Prolaktin meningkatkan pertumbuhan kelenjar payudara dan produksi air susu. Dan kedua jenis hormon gonadotropin tersendiri, (5) hormon perangsang folikel dan hormon lutein, mengatur pertumbuhan gonad sesuai dengan aktivitas reproduksinya.
Kedua jenis hormon yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis posterior mempunyai peran lain. (1) Hormon antidiuretik (yang juga disebut vasopresin) mengatur kecepatan akskresi air kedalam urin dan dengan cara ini akan membantu mengatur konsentrasi air dalam cairan tubuh. (2) Oksitosin (a) membantu menyalurkan air susu dari kelenjar payudara ke puting susu selama pengisapan, dan (b) mungkin membantu melahirkan bayi pada saat akhir masa kehamilan.
Lima jenis sel yang dapat dibedakan satu dari yang lainnya, sebagai berikut:
1. Somatotropik-hormon pertumbuhan manusia (hGH)
2. Kortikotropik-Kortikotropion (ACTH)
3. Tirotropik-Hormon-perangsang kelenjar tiroid (TSH)
4. Gonadotropik-hormon gonadotropin, termasuk hormon lutein (LH) dan hormon perangsang folikel (FSH)
5. Laktotropin-prolaktin (PRL)

Kira-kira 30-40 persen sel-sel kelenjar hipofisis anterior merupakan sel jenis somatotropik yang mensekresi hormon pertumbuhan, dan kira-kira 20 persen merupakan jenis kortikotropin yang mensekresi ACTH. Sel jenis lain masing-masing hanya 3 sampai 5 persen dari seluruh sel kelenjar ini; namun, sel-sel ini mensekresi hormon yang sangat kuat untuk mengatur fungsi tiroid, fungsi seksual, dan sekresi air susu dari payudara.
Badan sel dari sel-sel yang mensekresi hormon hipofisis posterior tidak terletak di dalam kelenjar hipofisis posterior sendiri tetapi malah dalam neuron-neuron besar yang terletak di nukleus supraoptik dan paraventrikular hipotalamus; selanjutnya hormon-hormon tersebut di angkut ke kelenjar hipofisis posterior yakni di dalam aksoplasma serat-serat saraf neuron yang berjalan dari hipotalamus ke kelenjar hipofisis posterior.

 PENGATURAN SEKRESI KELENJAR HIPOFISIS OLEH HIPOTALAMUS

Hampir semua sekresi kelenjar hipofisis diatur baik oleh hormon atau sinyal saraf yang berasal dari hipotalamus. Sebenarnya, bila kelenjar hipofisis ini diambil dari kedudukannya dibawah hipotalamus dan ditransplasikan pada beberapa bagian tubuh lain, maka kecepatan sekresi berbagai hormon yang berbeda (kecuali prolaktin) menurut sampai kadar rendah-pada beberapa hormon malah sampai nol.
Sekresi dari kelenjar hipofisis posterior diatur oleh sinyal-sinyal saraf yang berasal dari hipotalamus dan berakhir pada hipofisis posterior. Sebaliknya, sekresi kelenjar hipofisis diatur oleh hormon-hormon yang disebut hormon (atau faktor) pelepas hipotalamus dan hormon (faktor) penghambat yang disekresikan ke dalam hipotalamus sendiri dan selanjutnya dijalankan ke hipofisis.anterior. Melalui pembuluh-pembuluh darah kecil yang disebut pembuluh darah portahipotalamus-hipofisis. Didalam kelenjar hipofisis anterior, hormon pelepas dan hormon penghambat ini bekerja terhadap sel kelenjar dan mengatur sekresi kelenjar tersebut.
Hipotalamus selanjutnya menerima sinyal-sinyal dan hampir semua sumber yang mungkin dalam sistem saraf. Jadi, bila seseorang mendapat rangsangan nyeri, maka sebagian sinyal nyeri itu akan dijalankan ke hipotalamus. Demikian juga, bila seseorang menderita depresi atau kegembiraan yang sangat kuat, maka sebagian sinyal itu akan dijalarkan kehipotalamus. Rangsangan penghidu yang merupakan bau yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan akan menjalarkan komponen sinyal yang kuat langsung dan melewati inti amigdala ke hipotalamus.Bahkan konsentrasi bahan makanan, elektrolit, air, dan berbagai hormon yang ada di dalam darah dapat merangsang atau menghambat berbagai bagian hipotalamus. Jadi, hipotalamus dianggap sebagai pusat pengumpul informasi mengenai kesehatan dalam tubuh, dan sebagian besar dari informasi ini digunakan untuk mengatur sekresi sebagian besar hormon hipofisis yang sangat penting.

I. SISTEM PORTA HIPOTALAMUS-HIPOFISIS

Kelenjar hipofisis anterior merupakan kelenjar yang mempunyai banyak sekali pembuluh darah dengan sinus kapiler yang sangat luas disepanjang sel-sel kelenjar.Hampir semua darah yang memasuki sinus ini mula-mula akan melewati ruang kapiler (Capillary bed)pada bagian bawah hipotalamus .Darah kemudian melewati pembuluh porta hipotalamus-hifosis kecil ke sinus hifotisis anterior.Arteri kecil menembus kedalam substansi eminensia mediana dan kemudian pembuluh-pembuluh darah tambahan yang lain kembali ke permukaan eminensia,bersatu untuk membentuk pembulu-pembuluh darah porta hipotalamus-hipofisis.pembuluh-pembuluh darah ini sebaliknya akan berjalan kebawah sepanjang tangkai hipofisis untuk mengalirkan darah ke sinus hipofisis anterior.



.
FUNGSI HORMON PELEPAS DAN HORMON PENGHAMBAT DALAM HIPOFISIS ANTERIOR.

Hormon pelepas dan hormon penghambat berfungsi mengatur sekresi hormon hipofisis anterior.untuk sebagian besar hormon hipofisis anterior, yang penting adalah hormon pelepas, tetapi untuk prolaktin,mungkin sebagian besar hormon penghambat yang mempunyai pengaruh paling banyak terhadap pengaturan hormon.Hormon-hormon pelepas dan panghambat hipotalamus yang terpenting adalah:

1. Hormon-pelepas tiroid (THR),yang menyebabkan pelepas hormon perangsang tiroid.
2. Hormon-pelepas kortikotropin (CHR),yang menyebabkan pelepasan adrenokortikotropin.
3. Hormon pelepas hormon pertumbuhan,(GHRH),yang menyebabkan pelepas hormon pertumbuhan,dan hormon penghabat hormon pertumbuhan (GHIH),yang mirip dengan hormon somatotastin dan menghambat pelepas hormon pertumbuhan.
4. Hormon- pelepas gonadotropin (GnRH),yang menyebabkan pelepas dari dua hormon gonadotropin, hormon lutein dan hormon-perangsang folikel.
5. Hormon penghambat prolaktin (PHI),yang menghambat sekresi prolaktin
Sebagai tambahan terhadap hormon-hormon hipotalamus yang lebih penting ini, sebenarnya masih ada hormon-hormon lain yang merangsang sekresi prolaktin, dan beberapa hormon penghambat hipotalamus yang menghambat beberapa hormon hipofisis anterior lainnya.Setiap hormon yang lebih penting diatas akan dibicarakan lebih rinci pada saat pembicaraan tentang pengaturan hormon-hormon ini terhadap sistem hormonal yang spesifik dan akan disajikan dalam rangkaian pembicaraan dalam bab ini dan bab selanjutnya.

                                                                                                                                             

BAB III


Daftar pustaka


Adashi EY;  peptides; stimulators and inhibitors of follikuler growth and diferentiation. Endocrinol metab clin north Am 1992; 21 : 1                                                                                              Baird DT, Glasier AF: Hormonal contraception. N Engl j Med 1993 ; 328; 1543.                                         Bardin W, Swerdloff RS, santen RJ: Androgens: Risks and benefits, J Clin Endocrinol Metab 1991; 73; 4.                                                                                                                                                                Bagdade JD et al: Effects of tamoxifen teratment on plasma lipds and lipoprotein lipid concentrasion. J Clin Endocrinol Metab 1990; 70; 1132.                                                                                                                                                                             Barbieri RL, Ryan KJ; Danazol; Endocrinol Pharmakology and therapiutic application. AM J Obstet Gynecol 1981; 141; 453. Ahmad. 2003. Kamus Lengkap Kedokteran Edisi Revisi. Gita Media Press, Surabaya. h. 14, 80 Amien, M. Et al. 1995.                                                                                 Biologi 2 untuk Sekolah MenengahUmum Kelas 2. Penerbit Balai Pustaka, Jakarta. h. 230 – 232. Encyclopaedia Britannica 2008 Ultimate Reference Suite, Chicago.
Furqonita, D. 2007. Seri IPA BIOLOGI SMP Kelas IX. Quadra-Penerbit Yudhistira, Jakarta.h.                        65-66, 68. Kadaryanto et al. 2006.
Biologi 2. Penerbit Yudhistira, Jakarta. h. 56 – 58, 60 – 61 Karmana, O. dan Anwar, A. 1987. Penuntun Pelajaran BIOLOGI Untuk SMA Kelas IIA2 Semester 3 dan 4. Penerbit Ganeca Exact, Bandung. h. 305 – 308.
Ahmad. 2003. Kamus Lengkap Kedokteran Edisi Revisi. Gita Media Press, Surabaya. h. 14, 80.
Amien, M. Et al. 1995. Biologi 2 untuk Sekolah Menengah Umum Kelas 2. Penerbit Balai
Pustaka, Jakarta. h. 230 – 232.
Encyclopaedia Britannica 2008 Ultimate Reference Suite, Chicago.
Furqonita, D. 2007. Seri IPA BIOLOGI SMP Kelas IX. Quadra-Penerbit Yudhistira, Jakarta.h. 65-66, 68.
Kadaryanto et al. 2006.
Biologi 2. Penerbit Yudhistira, Jakarta. h. 56 – 58, 60 - 61.
Karmana, O. dan Anwar, A. 1987. Penuntun Pelajaran BIOLOGI Untuk SMA Kelas IIA2
Semester 3 dan 4. Penerbit Ganeca Exact, Bandung. h. 305 – 308.
Lawrence, E. 1991. Hendersdon’s Dictionary of Biological Terms Tenth Edition. Longman Scientific & Technical. Longman Group (FE) Ltd. England. h. 16, 114, 158, 175, 246, 306, 320, 406 – 408.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar